Rabu, 21 Januari 2015

Tugas 5 (Strategi Pemasaran )

TEKNIK DAN STRATEGI PEMASARAN
Setelah memahami perencanaan usaha, langkah selanjutnya adalah mempelajari dan melatih bagaimana barang dan jasa yang dihasilkan itu didistribusikan atau dipasarkan. Sesuai dengan definisi pemasaran yaitu kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen (probe/search), menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen (product), menentukan fingkat harga (price), mempromosikannya au agar produk dikenal konsumen (promotion), dan mendistribusikan produk ke tempat konsumen (place), maka tujuan pemasaran adalah bagaimana agar barang dan jasa yang dihasilkan disukai, dibutuhkan, dan dibeli oleh konsumen (J. Supranto, 1993). Ini berarti, perhatian kita dalam pemasaran haruslah diawali dengan riset pemasaran yaitu untuk meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen. Sesuai dengan tujuan pemasaran, maka inti pemasaran adalah penciptaan nilai yang lebih finggi bagi konsumen daripada nilai yang diciptakan oleh pihak pesaing. Strategi usaha yang cocok dengan konsep tersebut adalah memproduksi barang dan jasa apa yang bisa dijual dan bukan menjual barang dan jasa apa yang bisa diproduksi. Strategi pertama sangat tepat dan sesuai dengan inti pemasaran, sedangkan strategi kedua tidak tepat karena tidak memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen. Prinsip dasar pemasaran yaitu menciptakan nilai bagi langganan (customer value), keunggulan bersaing (competitive advantages), dan fokus pemasaran. Tujuan pemasaran bukan mendapatkan langganan (get customer), akan tetapi memperbaiki situasi bersaing (improve competitive situation). Dalam konteks ini, seorang wirausaha harus mampu memproduksi barang dan jasa dengan mutu yang lebih baik, harga yang lebih murah, dan penyerahan yang lebih cepat daripada pesaing.

1.PERENCANAAN PEMASARAN
Pembahasan tentang strategi perusahaan, tidak bisa lepas dari perencanaan, arahan, atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai suatu tujuan. Ada beberapa langkah dalam merencanakan pemasaran bagi usaha baru:
Langkah 1: Penentuan Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan
Untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan, pertama-tama harus dilakukan penelitian pasar atau riset pemasaran. Riset pasar harus diarahkan pada kebutuhan konsumen, misalnya barang atau jasa apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen, berapa jumlahnya, kualitas yang bagaimana, siapa yang membutuhkan, dan kapan mereka memerlukan. Riset pasar dimaksudkan untuk menentukan segmen pasar dan karakteristik konsumen yang dituju.
Langkah 2: Memilih Pasar Sasaran Khusus (Special Target Market)
Setelah mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen, langkah berikutnya adalah memilih pasar sasaran khusus. Ada tiga jenis pasar sasaran khusus, yaitu:
(1) Pasar individual (individual market).
(2) Pasar khusus (niche market).
(3) Segmentasi pasar (market segmentation).
Dari tiga altematif pasar sasaran tersebut, bagi perusahaan kecil dan usaha baru lebih tepat bila memilih pasar khusus (niche market) dan pasar individual (individual market). Sedangkan untuk perusahaan menengah dan besar lebih baik memilih segmen pasar (segmentation market).
Langkah 3: Menempatkan Strategi Pemasaran dalam Persaingan
Penerapan strategi pemasaran sangat tergantung pada keadaan lingkungan persaingan pasar yang ada dari hari kehari. Keberhasilan dalam segmentasi pasar sangat tergantung pada potensi yang menggambarkan permintaan dari lingkungan persaingan. Ada enam strategi untuk memenuhi permintaan dari lingkungan yang bersaing:
(1)Berorientasi pada pelanggan (customer orientation).
(2)Kualitas (quality), ialah mengutamakan Total Quality Management (TQM) yaitu efektif, efisien, dan tepat.
(3)Kenyamanan (convenience), yaitu memfokuskan perhatian pada kesenangan hidup, kenyamanan, dan kenikmatan.
(4)Inovasi (innovation), yaitu harus berkonsentrasi untuk berinovasi dalam produk, jasa, maupun proses.
(5)Kecepatan (speed), atau disebut juga Time Compression Management (TCM), yang diwujudkan dalam bentuk:
(a)Kecepatan untuk menempatkan produk baru di pasar.
(b)Memperpendek waktu untuk merespons keinginan dan kebutuhan pelanggan (customer response time).
(6)Pelayanan dan kepuasan pelanggan.
Langkah 4: Pemilihan Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran ialah paduan dari kinerja wirausaha dengan hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan keberhasilan strategi pemasaran. Untuk menarik konsumen, wirausaha bisa merekayasa indikator-indikator yang terdapat dalam bauran pemasaran (marketing mix), yaitu probe, product, price, place, promotian.
2.BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX)
Penelitian dan Pengembangan Pasar (Probe)
Seperti telah dikemukakan bahwa langkah pertama dalam kegiatan pemasaran adalah meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen. Berapa jumlahnya, bagaimana daya belinya, di mana tempat konsumennya, dan berapa permintaannya. Semua ini merupakan informasi penting bagi pemasaran produk baru. Menurut Peggy Lambing dan Charles L. Kuehl (2000: 153), keunggulan bersaing perusahaan baru terletak pada perbedaan (diferensiasi) perusahaan tersebut dengan pesaingnya dalam hal:
(1)Kualitas yang lebih baik.
(2)Harga yang lebih murah dan bisa ditawar.
(3)Lokasi yang lebih cocok, lebih dekat, lebih cepat.
(4)Seleksi barang dan jasa yang lebih menarik.
(5)Pelayanan yang lebih menarik dan lebih memuaskan konsumen.
(6)Kecepatan, baik dalam pelayanan maupun dalam penyaluran barang.
Oleh sebab itu, menurut Zimmerer (1996: 117), bagi usaha baru. sangatlah cocok untuk menerapkan strategi market driven. Strategi ini dibangun berdasarkan enam pondasi:
(1)Orientasi konsumen.
(2)Kualitas.
(3)Kenyamanan dan kesenangan.
(4)Inovasi.
(5)Kecepatan.
(6)Pelayanan dan kepuasan pelanggan.
Berorientasi pada Konsumen
Usaha baru yang berhasil pada umumnya memusatkan perhatian pada pengembangan sikap yang berorientasi kepada kepuasan stakeholder (stakeholder satisfaction). Dalam pemasaran, orientasi itu tentunya kepada kepuasan pelanggan dengan prinsip-prinsip pokok sebagai berikut:
(1)Bila ada pelanggan yang merasa kurang puas, penuhilah secepat mungkin kekurangan tersebut.
(2)Doronglah pelanggan untuk mengajukan keluhan bila kurang memuaskan.
(3)Mintalah umpan balik (feed-back) dari karyawan tentang upaya perbaikan pelayanan yang harus
diberikan kepada pelanggan.
(4)Buatlah komitmen untuk membuat pelayanan terbaik kepada konsumen.
(5)Izinkan manajer untuk menunggu.pelanggan temporer.
(6)Hati-hati dalam memilih dan melatih seseorang yang akan berhubungan dengan pelanggan.
(7)Kembangkan pelayanan bagi karyawan, sehingga komunikasi betul-betul mengarah pada pelanggan.
(8)Berikan insentif kepada karyawan yang betul-betul memberikan pelayanan istimewa kepada pelanggan.
Kualitas
Agar berhasil dalam persaingan global, sangatlah penting bagi perusahaan untuk memperhatikan kualitas barang dan jasa serta pelayanan. Akhir-akhir ini, perbaikan kualitas telah dijadikan tujuan strategi beberapa perusahaan di dunia, yang kemudian secara. integral dijadikan bagian dari budaya perusahaan. Perbaikan kualitas tersebut terangkum dalam Total Quality Management (TQM).
Secara filosofis, Total Quality Management (TQM), nilai-nilai dan kerja keras tidak hanya ditujukan untuk mempertahankan kualitas barang dan jasa tetapi juga untuk mempertahankan kualitas usaha dan pelayanan kepada pelanggan. Kunci utama dalam mengembangkan TQM justru. terletak pada perhatian khusus kepada pelanggan. Artinya,’ kualitas harus mencerminkan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
Bagaimana pelanggan menginterpretasikan kualitas? Berdasarkan hasil survei di Amerika Serikat, menurut Zimmerer (1996) ada lima macam komponen kualitas yang secara berurutan perlu diperhatikan, yaitu:
(1)Ketepatan (reliability), yaitu rata-rata kelalaian/pengabaian.
(2)Daya tahan (durability), yaitu berapa lama barang dan jasa tersebut dapat dipakai/ bertahan.
(3)Mudah digunakan (easy of use), yaitu barang dan jasa tersebut memberikan kemudahan untuk digunakan.
(4)Nama merek yang terkenal dan dipercaya (known and trusted brand name).
(5)Harga yang relatif rendah (low price).
Barang dan jasa yang cepat, tepat, hemat, sehat, kuat, dan terkenal merupakan prasyarat bagi perusahaan dalam mempertahankan kualitas. Barang dan jasa harus cepat dan tepat dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Selain itu, barang dan jasa itu harus tahan lama atau tidak mudah rusak dan mudah digunakan oleh siapa pun dan kapan pun. Komponen lain dari kualitas yang tidak kalah pentingnya adalah harga yang murah dan merek yang terkenal. Merek yang terkenal dan harga yang terjangkau sangat menarik dan merangsang konsumen sekaligus mencerminkan kualitas yang dikehendaki konsumen.
Sedangkan di bidang jasa pelayanan, konsumen ingin melihat jasa perusahaan yang mencerminkan beberapa karakteristik sebagai berikut:
(1)jelas/nyata (tangibles), yaitu jelas ada fasilitas, ada peralatan dan ada orang yang melayaninya.
(2)Ketepatan (reliability), yaitu memenuhi apa yang dikatakan itu sesuai dengan apa yang dilakukan atau tepat janji dan tepat pelayanan.
(3)Ketanggapan (responsiveness), yaitu tanggap terhadap keinginan pelanggan.
(4)Terjamin dan penuh empati (assurance and empathy), yaitu menimbulkan sikap yang menyenangkan. Dengan kata lain, pelayanan itu harus cepat, tepat, hemat, sehat, dan nikmat. Artinya, ada garansi yang menimbulkan rasa aman dan senang.
Pedoman penting untuk mencapai sasaran kualitas seperti di atas dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
(1)Bangun kualitas ke dalam proses.
(2)Kembangkan tim kerja dan sebar luaskan sampai departemen.
(3)Mantapkan ikatan dengan pemasok secara khusus.
(4)Latihlah manajer dan karyawan agar mereka partisipasi dalam program peningkatan kualitas.
(5)Berdayakan karyawan pada setiap tingkatan organisasi, berikan wewenang dan tanggung jawab dalam membuat keputusan untuk menentukan kualitas.
(6)Mantapkan komitmen manajer terhadap kualitas.
(7)Berikan insentif kepada orang yangbekerja berkualitas.
(8)Kembangkan strategi perusahaan dalam perbaikan kualitas.
Kenyamanan
Untuk mengetahui kenyamanan, dilakukan dengan cara meminta informasi kepada pelanggan, misalnya kesenangan apa yang mereka inginkan dan mereka harapkan dari pelayanan yang disajikan perusahaan? Untuk memberikan pelayanan yang menyenangkan harus diperhatikan hal-hal berikut:
(1)Lokasi usaha harus dekat dengan pelanggan.
(2)Berikan kemudahan-kemudahan kepada pelanggan.
(3)Tentukan jam kerja yang menyenangkan bagi pelanggan. Apakah perusahaan buka seminggu penuh atau semalam suntuk.
(4)Tetapkan apakah barang perlu diantar atau tidak.
(5)Berikan kemudahan untuk menggunakan cara kredit.
(6)Latihlah karyawan untuk dapat melakukan transaksi dengan cepat, tepat, hemat, dan sopan.
Inovasi
Inovasi merupakan kunci keberhasilan bagi usaha baru. Perubahan pasar yang sangat cepat dan persaingan yang kompleks menuntut inovasi yang terus-menerus. Inovasi yang terus-menerus merupakan suatu kekuatan bagi wirausaha dalam. meraih sukses usahanya. Beberapa bentuk inovasi yang lazim. dan terkenal ialah dalam bentuk produk baru, perbedaan teknik/cara, dan pendekatan baru dalam memperkenalkannya.
Kecepatan
Kecepatan merupakan kekuatan dalam persaingan. Dengan kecepatan berati mengurangi biaya, meningkatkan kualitas, dan memenuhi permintaan pasar. Secara filosopi, kecepatan disebut Time Compression Management (TCM), yang memiliki dua aspek, yaitu: (1) Mempercepat produk baru ke pasar, dan (2) Memperpendek waktu dalam merespons permintaan pelanggan baik dalam memproses produk maupun dalam mendistribusikan atau menyampaikannya.
Agar perusahaan yang mementingkan TQM dapat bersaing, hendaknya melakukan hal-hal sebagai berikut:
(1)Perbaharui keseluruhan proses sehingga menjadi lebih cepat.
(2)Ciptakan fungsi silang dari tim kerja, berikan wewenang untuk memecahkan persoalan. Tim kerja yang yang dimaksud adalah insinyur, pekerja yang dipabrik penjual, ahli kualitas, dan bahkan pelanggan.
(3)Arahkan tujuan secara agresif untuk mengurangi waktu dan memperpendek jadwal. Melalui TQM diharapkan dapat mengurangi siklus waktu, misalnya yang seharusnya beberapa minggu menjadi beberapa hari atau jam saja, seharusnya sebulan hanya beberapa minggu saja, dan seterusnya.
(4)Tanamkan budaya cepat. Pelayanan harus cepat namun tepat, hemat, dan sopan.
(5)Gunakan teknologi yang dapat mempercepat proses.
Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan
Wirausaha mengetahui bahwa salah satu cara terbaik untuk mempertahankan pelanggan dan menarik pelanggan baru adalah dengan menyajikan pelayanan yang lebih baik yang tidak tertandingi oleh pesaing lain. Cara menciptakan pelayanan dan kepuasan pelanggan dapat dilakukan sebagai berikut:
(1)Dengarkan dan perhatikan pelanggan.
(2)Tetapkan pelayanan yang terbaik.
(3)Tetapkan ukuran dan kinerja standar.
(4)Berikan perlindungan hak-hak karyawan.
(5)Latih karyawan cara memberikan pelayanan yang istimewa.
(6)Gunakan teknologi yang memberikan pelayanan terbaik.

Sumber : https://tirman.wordpress.com/strategi-pemasaran/

Tugas 4 (Cara Memanage Karyawan)

Cara Memanage Karyawan

Menurut Kevin Dwyer, pendiri dari Change Factory – sebuah change management consulting firm, untuk memanage performance dari karyawan / staff anda diperlukan teknik dan attitude. Teknik pertama adalah menetapkan “standard of performance”. Ini adalah standard minimum dimana seseorang tidak boleh tidak harus mencapainya. Tak seorang karyawan /staff pun yang boleh tidak mencapai standard ini tanpa harus mengikuti konseling. Standard of performance ini meliputi hal-hal seperti tingkat keselamatan personal dan team (team & personal safety), kejujuran dan tingkat kehadiran. Standard of performance harus juga meliputi ukuran-ukuran yang berhubungan langsung baik dengan pekerjaan seseorang secara individual (individual work role) dan juga tujuan dari organisasi (organization goal). Standard of performance yg minimum harus ditetapkan untuk parameter-parameter seperti penyelesaian proyek, tingkat penjualan, biaya, atau tingkat kualitas. Dengan tidak menetapkan parameter-parameter seperti di atas, sama saja dengan mengatakan pada karyawan/ staff anda bahwa tanggung jawabnya hanyalah masuk kerja, tidak membahayakan keselamatan diri sendiri atau rekan kerja, dan tidak mencuri.

Teknik kedua berhubungan dengan yang dijelaskan di atas, yaitu menetapkan target untuk masing-masing karyawan / staff. Target ini disetujui bersama untuk parameter-parameter yang sama ataupun penjabaran lebih jauh dari parameter yang telah ditetapkan sebagai standard of performance di atas. Target-target ini ditetapkan berdasarkan kompetensi aktual atau kompetensi yang diharapkan dari seorang karyawan. Sebagai contoh, seorang sales trainee tidaklah diharapkan untuk menghasilkan tingkat penjualan seperti seorang sales senior. Akan tetapi bagaimanapun juga mereka diharapkan untuk menjual. Bila mereka tidak bisa melakukannya, maka mereka harus mempertimbangkan profesi yang lain.

Teknik ketiga adalah memberi feedback dan coaching untuk meningkatkan performance. Feedback haruslah dilakukan segera, saat standard yang sudah ditetapkan dilanggar ataupun target tidak tercapai. Feedback tersebut haruslah spesifik dan haruslah dikomunikasikan dalam bahasa yang cocok dengan penerima feedback. Coaching dilakukan antara lain dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, menggunakan data independent dan mengutarakan kelemahan/kekurangan karyawan dengan jelas. Karyawan dapat juga diminta untuk secara jujur menilai performance diri mereka sendiri dan membandingkannya dengan tingkat performance yang ingin mereka capai. Selain itu, coaching juga harus menghasilkan komitmen dari karyawan/ staff anda mengenai hal apa yang mereka siap untuk berubah, support apa yang mereka butuhkan untuk melakukan perubahan tersebut, dan jangka waktu untuk melakukan perubahan dimaksud.

Banyak orang yang berjuang mempelajari cara memberikan feedback dan coaching, ketika mereka menjadi pemimpin. Akan tetapi, teknik saja tidaklah cukup.

Memimpin orang untuk memberikan performance yang akan membuat sebuah organisasi mencapai tujuannya, membutuhkan attitude yang benar dari seorang pemimpin. Dalam memanage performance dari karyawan/ staffnya, pemimpin tersebut haruslah bersifat insistent, persistent dan juga consistent.

Bersifat insistent, berarti si pemimpin harus menuntut sebuah standard of performance yang minimal. Dengan menuntut sebuah standard minimal, batas antara yang dapat diterima dangan yang tidak dapat diterima menjadi jelas. Jika sang pemimpin bersifat insistent, maka para karyawan / staff akan mengatur sendiri perilakunya. Standard yang dituntut harus meliputi juga indikator performance bisnis, bukan hanya misalnya tingkat keamanan atau keselamatan saja.

Pemimpin juga harus bersifat persistent. Jika pemimpin hanya menuntut pemenuhan standard bila sesuatu berjalan salah, atau karena sesuatu hal saat itu mereka sedang menjadi perhatian, maka karyawan akan menyadari bahwa sebenarnya tidak ada standard of performance. Mereka tidak akan mengatur perilaku mereka melebihi kepercayaan mereka sendiri tentang apa yang benar dan yang salah. Sekumpulan karyawan seperti ini akan susah dimanage, dan sang pemimpin biasanya akan mengeluh tentang bagaimana kultur perusahaan mencegah pencapaian tujuan.

Pemimpin harus memberikan target yang tepat, yang akan membuat karyawan memberikan yang terbaik, dan kemudian memberikan feedback dan coaching apabila target tersebut tidak tercapai atau standard telah dilanggar.

Pemimpin juga harus consistent. Biarpun yang tidak mencapai target adalah mereka yang selama ini mempunyai performance yang baik, sang pemimpin tetaplah harus memberikan perlakuan yang sama. Di lain pihak jika ada karyawan yang selama ini performancenya buruk, telah melakukan perubahan dan berjuang memenuhi target dan memastikan tidak ada standard yang dilanggar, hal ini bukanlah alasan untuk melakukan “wild celebration” atau sebaliknya ketidakpedulian. Saat itulah waktunya untuk memberikan penghargaan yang sama yang selayaknya diberikan sang pemimpin bila ada karyawan yang menunjukkan perilaku seperti itu.

Memanage performance karyawan/ staff bukan hanya berkaitan dengan perilaku mereka, tetapi juga berhubungan dengan perilaku sang pemimpin.

Sumber : http://www.infopeluangusaha.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=1&artid=31

Tugas 3 (Tanggung Jawab Bisnis)

Bentuk Tanggung Jawab Bisnis
Di dalam sebuah perusahaan, baik itu perusahaan besar maupun perusahaan kecil, dalam peningkatan kualitas hasil produk diperlukan adanya tanggung jawab sosial baik itu terhadap konsumen maupun lingkungan disekitar tempat usaha.

Tanggung jawab sosial atau dalam bahasa inggrisnya Corporate Social Responsibility adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya perusahaan memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

Perusahaan sebagai pelaku bisnis harus memperhatikan berbagai aspek khusus yang dijalankan untuk menarik konsumen, seperti membentuk citra sebagai  pembentuk kualitas pada produk. Selain itu, perusahaan juga memiliki tanggung jawab terhadap konsumen-konsumen, seperti :
  • Memberikan garansi  ketika ada kerusakan sebelum masa garansi habis;
  • Menyediakan barang dan jasa yang berkualitas;
  • Memberikan informasi yang benar mengenai barang dan jasa yang akan dijual;
  • Memberikan harga produk dan jasa yang adil dan wajar.
Dengan memberikan pelayanan yang memuaskan dan hasil produk yang dijaga kualitasnya, maka akan memberikan dampak tersendiri bagi konsumen. Oleh sebab itu, akan lebih baik apabila pelayanan yang memuaskan dan hasil produk yang berkualitas dapat diberikan oleh perusahaan kepada konsumen.

Selain memiliki tanggung jawab terhadap konsumen, perusahaan juga memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar,mengingat lingkungan juga merupakan komponen penting untuk memajukan sebuah perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk ramah lingkungan. Bentuk tanggung jawabnya  seperti :
  • Membuang limbah pada tempat yang seharusnya;
  • Meminimalisir limbah perusahaan yang dapat mencemari lingkungan sekitar;
  • Kebersihan peralatan yang dipakai dan tidak merugikan masyarakat disekitar perusahaan;
  • Perusahaan memberikan solusi untuk mendaur ulang limbah yang bisa di usahakan sehingga sisa bahan produk tidaj terbuang percuma. 
Diharapkan perusahaan dapat lebih  berkembang dan maju dengan memperhatikan lingkungan sekitar serta memberikan pelayanan yang prima dan memuaskan.

Itulah gambaran dari tanggung jawab bisnis dan sekarang saya akan menjelaskan tentang tanggung jawab bisnis di penerbitan buku.

Wewenang, Peranan dan Tanggung Jawab Penerbitan Buku :
1. Melakukan penelitian tentang kebutuhan buku yang dibaca
2. Mencari dan menyeleksi penulis
3. Menentukan judul buku yang akan diterbitkan
4. Menerjemahkan buku-buku bahasa asing
5. Melakukan seminar dan pameran pembukuan
6. Menyiapkan penulisan naskah buku
7. Melakukan pengkajian terhadap buku-buku yang telah diterbitkan, baik materi maupun fisiknya.

Sumber : http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=159008
                https://spidolbekas.wordpress.com/2012/11/08/tanggung-jawab-sosial-dalam-bisnis/

Jumat, 31 Oktober 2014

Tugas 2 Strategi Bisnis (Lingkungan Perusahaan dan Pengaruh Lingkungan Perusahaan)



Lingkungan Perusahaan : Faktor Eksternal dan Faktor Internal dengan bisnis yang kemarin

A.   Membuat strategi untuk melihat suatu faktor internal dan eksternal
Ketika kita sudah mempunyai rencana untuk membuat suatu bisnis kita juga harus membuat strateginya untuk melihat baik suatu faktor internal maupun eksternal. Dan disini saya akan membuat sebuah strategi dalam berbisnis penerbitan buku.
Faktor Internal adalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.
Contoh dari faktor internal :
ü Tenaga Kerja : Dalam suatu bisnis pasti kita membutuhkan seorang tenaga kerja untuk membantu dan memudahkan proses pekerjaan.
ü Peralatan dan mesin : Dalam suatu bisnis apalagi bisnis penerbitan buku pasti memerlukan suatu peralatan dan mesin untuk melancarkan suatu penerbitan buku. Peralatan terdiri dari komputer 2 unit, printer 1 unit, rak buku 4 unit, meja kerja dan kursi 4 unit. Sedangkan mesin terdiri dari mesin fax dan telepon, dll.
ü Permodalan (Pemilik, Investor, Pengelolaan Dana). Kira-kira modal untuk membuka suatu bisnis penerbitan buku adalah Rp 50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah).
ü Tempat untuk membuka usaha.
ü Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan : Bahan mentah adalah bahan baku yang belum mengalami pengolahan sehingga belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Bahan setengah jadi adalah barang yang sudah diproses, tetapi belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan memerlukan proses lebih lanjut. Pergudangan berfungsi menyimpan barang untuk produksi atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu tertentu dan kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan.
ü Sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.
Faktor eksternal adalah faktor yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusahaan. Faktor eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang berupa tekanan umum atau tren di dalam lingkungan sosial seperti ancaman dan peluang.
Contoh faktor eksternal :
*    Keadaan alam : SDA, lingkungan
*    Politik dan Hankam : Kehidupan operasional perusahaan yang terpengaruh oleh politik dan hankam negara dimana perusahaan menciptakan.
*    Hukum
*    Perekonomian
*    Pendidikan dan Kebudayaan
*    Sosial dan budaya
*    Kependudukan
*    Hubungan Internasional
*    Pemasok / supplier : yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan
*    Perantara : Misalnya distribotur, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen.
*    Teknologi: yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode, dll.

B.   Analisa Strategi
          Dari faktor-faktor baik faktor internal maupun eksternal yang sangat berpengaruh dalam perusahaan saya, disini saya akan mencoba untuk menganalisa strategi baik itu kelemahan maupun kelebihannya yang akan saya buat untuk kemajuan perusahaan saya.
          Kelemahan Faktor Internal :
ü Modal                                                : 0.3
ü Takut Rugi                                        : 0.3
ü Mencari tempat yang strategis          : 0.4
  1.0
Kesimpulannya adalah karena saya belum pernah membuat suatu usaha atau bisnis sebelumnya maka dari itu saya masih sangat takut untuk rugi dan saya juga masih harus belajar dalam memilih atau mencari tempat yang sangat strategis untuk bisnis saya agar bisnis saya dapat berjalan dengan lancar.
                   Kelebihan Faktor Internal :
*    Peralatan dan Mesin                         : 0.3
*    Sistem informasi                               : 0.4
*    Bahan mentah                                   : 0.3
  1.0
Kesimpulannya adalah dalam membangun suatu bisnis saya pasti memerlukan banyak peralatan dan mesin untuk melancarkan bisnis saya. Oleh karena itu, saya menjadikan peralatan dan mesin sebagai kelebihan dalam faktor internal. Tidak hanya peralatan dan mesin tetapi ada sistem informasi yang bisa saya peroleh dari mana saja dengan sudah majunya sistem informasi di dunia ini. Bahan mentah juga bisa diperoleh darimana saja asalkan kita mau berusaha.
Kelemahan faktor eksternal :
ü Lingkungan                                       : 0.5
ü Sosial (Saingan)                                : 0.5
  1.0
                   Kelebihan faktor eksternal
*    Perantara                                          : 0.3
*    Pemasok/ supplier                            : 0.3
*    Teknologi                                          : 0.4
  1.0
Kesimpulannya adalah dalam suatu bisnis pasti kita membutuhkan seorang perantara untuk membantu bisnis kita sehingga itu saya jadikan sebagai kelebihan dalam faktor eksternal. Tidak hanya perantara tapi kita juga membutuh pemasok atau supplier sebagai penunjang kelangsungan bisnis saya dan yang terakhir adalah teknologi. Kita hidup di zaman yang sudah maju perkembangan teknologinya. Dan dalam suatu bisnis penerbitan buku sangat memerlukan teknologi yang sangat mendukung.

C.   Menggambarkan Posisi Perusahaan


 Kesimpulannya adalah kemungkinan posisi saya ada di nomor 4 sesuai dengan yang sudah saya gambarkan kelemahan dan kelebihan dari faktor internal dan eksternal. Posisi saya berada di peluang. Tapi, saya juga masih harus belajar agar kelemahan saya itu bisa saya atasi. Dan kelebihan yang saya punya harus diasah terus agar hasilnya makin memuaskan.
D.   Pengaruh Lingkungan bagi Perusahaan
Pengaruh lingkungan bagi perusahaan terdiri dari Ekologi, Ekonomi, Sosial, Politik dan Hukum.
Ø Ekologi
Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Kualitas lingkungan semakin menurun, hal itu disebabkan oleh kombinasi dari tiga faktor :
*    Semakin meningkatnya konsentrasi penduduk
*    Perkembangan teknologi baru
*    Semakin meningkatnya kemakmuran ekonomi
Ø Ekonomi
Ekonomi adalah kondisi ekonomi di Negara tempat organisasi internasional beroperasi. Kondisi ekonomi memiliki dampak yang kuat terhadap kinerja dari setiap bisnis karena dapat mempengaruhi pendapatan atau beban dari bisnis tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhinya :
*    Pertumbuhan Ekonomi
*    Stabilitas Ekonomi
*    Pembangunan Ekonomi
Ø Sosial
Lingkungan sosial meliputi struktur golongan yang terdapat dalam masyarakat yang dapat mempengaruhi perkembangan perusahaan termasuk perkembangan lembaga sosial.
Ø Politik
Kondisi politik dan kebijakan suatu Negara akan sangat mempengaruhi kegiatan perusahaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah pertahanan keamanan hukum keputusan dan transaksi perusahaan.
Ø Hukum
Kegiatan suatu perusahaan berada dalam kerangka hukum. Faktor hukum sangat mempengaruhi keputusan dan perkembangan perusahaan. Faktor yang mempengaruhi adalah keputusan-keputusan serta transaksi-transaksi dalam perusahaan.


Nama : Putri Astri Lenggo Geni
Kelas : 1EB01
NPM : 28214585

Patah Hati

Dulu aku melihatmu,
Hanyalah orang asing
Yang tiba-tiba datang kepadaku
Dengan penuh harapan manis

Dulu ku memandangmu,
Dengan penuh cinta
Dengan penuh kasih sayang
Yang tulus dari hati ini

Dulu ku ingin memilikimu
Namun, aku juga sangat takut
Ketika ku memilikimu
Kau hancurkan hati ini

Tapi, tiba-tiba saja hati ini percaya
Ketika kau nyatakan cinta padaku
Ketika kau bilang "kau takkan menyakitiku"
Ketika kau bilang "kau takkan meninggalkanku"

Sekarang, hati ini sakit
Hati ini terluka lagi
Ketika kau bilang putus di hari itu
Dengan sejuta alasan

Saat ini, ijinkan aku
Untuk menutup pintu hati ini
Karena hati ini telah lelah
Lelah terus disakiti oleh cinta...

Selasa, 28 Oktober 2014

Tugas 1 Rencana Bisnis (Matkul Pengantar Bisnis)



Bisnis Penerbitan Buku
Ketika kita ingin membuat suatu usaha atau berbisnis kita perlu memerhatikan modal yang kita miliki terlebih dahulu. Dan disini saya akan menceritakan tentang mendirikan penerbitan buku.
Buku adalah jendela ilmu. Buku sangat diperlukan sebagai media untuk menyampaikan ilmu atau informasi tertentu. Buku menjadi kebutuhan bagi semua lapisan masyarakat, dari mulai pelajar sekolah, mahasiswa universitas, sampai tenaga profesional.
Untuk mendirikan penerbitan buku, setidaknya kita memiliki modal sebesar 50 juta rupiah untuk menerbitkan buku dengan tebal kisaran 100-200 halaman, dengan asumsi menerbitkan satu buku secara rutin. Serta kita juga tidak perlu mengeluarkan dana kantor untuk mengangkat pegawai tetap karena itu akan menghabiskan modal yang kita miliki.
Sebagai simulasi, jika menerbitkan buku setebal 100 halaman, maka biaya yang dibutuhkan adalah royalti penulis / fee penerjemah sebesar 1.000.000, editor 400.000, setter 250.000, dan cover 250.000, sehingga totalnya adalah 1.900.000. Jika buku dicetak sebanyak 1500 eksemplar, ongkos cetaknya sekitar 6.000.000. Kemudian ongkos kirim ke toko buku dan distributor sekitar 1.000.000. Total biaya seluruhnya adalah 8.900.000. Kita juga perlu mengaggarkan lain-lain sekitar 1.100.000 sehingga biaya untuk satu buku dengan ketebalan 100 halaman dan dicetak 1500 eksemplar adalah 10 juta rupiah.
Bisnis penerbitan buku memang cukup mudah dan tidak memerlukan modal yang terlalu besar. Hanya dengan memiliki link yang baik dengan sebuah percetakan yang bagus, memiliki izin lokasi dan akta notaris maka penerbit buku sudah bisa beroperasi. Kenapa saya ingin berbisnis penerbitan buku ? karena bisnis penerbitan buku jauh lebih asik dibandingkan dengan berbisnis makanan dan bisnis buku lebih awet dan tahan lama.
Bisnis penerbitan buku juga harus membuat badan usaha. Membuat badan usaha dapat dilakukan di kantor notaris terdekat. Badan usaha bisa berupa perusahaan komanditer (CV) atau perseroan terbatas (PT).
Jika sudah ada badan usaha, maka yang Anda lakukan yaitu menentukan naskah buku pertama yang akan Anda terbitkan. Jika sudah menentukan sebuah naskah, Anda perlu menyunting naskah, menentukan tata letak, membuat ilustrasi jika diperlukan, serta membuat desain sampul. Anda dapat mempekerjakan orang yang ahli dalam melakukan hal-hal tersebut. Setelah semua materi buku sudah jadi, Anda perlu mengurus ISBN (International Serial Book Number) ke Perpustakaan Nasional. Dan terakhir tinggal dipasarkan.
Cara pemasaran buku bisa jual online, memasarkan di toko buku atau dapat menitipkan pada distributor buku agar dapat dijual di toko-toko besar.
Keuntungan dari membuka penerbitan buku cukup menjanjikan. Kunci suksesnya yaitu pada kualitas isi buku. Perlu mendalami pengetahuan tentang kualitas isi buku serta selera pembaca yang sedang tren untuk membuat buku-buku yang kita jual jauh lebih unggul daripada pesaing penerbit lain.
Nama : Putri Astri Lenggo Geni
                                                                        NPM  : 28214585
                                                                        Kelas : 1eb01

Kamis, 09 Oktober 2014

Rindu Sahabat

Rindu sahabat Dulu kita habiskan waktu bersama Dengan suka maupun duka Dulu kita membiarkan mereka Menjuluki kita sebagai "saudara kembar" Dulu kita selalu berbagi cerita Dulu kita selalu mengisi hari dengan khayalan Khayalan yang menurut orang-orang konyol Dulu kita selalu mengisi satu sama lain Kini 5 bulan sudah kamu pergi Pergi ke tempat yang sangat jauh Hingga aku tak bisa melihatmu lagi Bahkan mendengar suara dan tawamu Tapi, aku sangat ingin kamu kembali Untuk melanjutkan persahabatan kita Namun, aku sadar Mungkin ini sudah takdirnya Yang harus aku relakan karna kamu takkan pernah pergi selamanya Karna masih ada kenangan Yang akan selalu membekas dihati ini Dan aku juga masih bisa bertemu denganmu Walau hanya di dalam mimpi...